OECD Sebut Ketimpangan Sektor Logistik di ASEAN Masih Lebar

Sabtu, 11 Sep 2021 10:57 WIB
SHARE

Jakarta, CNN Indonesia — Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyatakan sebagian negara di ASEAN masih punya banyak PR untuk mengejar ketertinggalan di sektor logistik. PR terkait tingkat ketimpangan logistik yang masih lebar.
Staf Ahli Bidang Kompetisi OECD Ruben Maximiano mengatakan ketimpangan terlihat dari posisi Singapura yang merupakan salah satu negara dengan sektor logistik terbaik dunia dan Myanmar yang ada di posisi 137 dunia dari 160 negara.

Menurut Logistics Performance Index (LPI) Bank Dunia 2018, Singapura menduduki peringkat ketujuh dunia atau terbaik kedua di Asia, hanya kalah dari Jepang. Sedangkan posisi teratas diduduki negara-negara Eropa seperti Jerman, Swedia, Belgia, dkk.

“Jadi ada negara di ASEAN yang punya PR dan ada sebagian yang punya banyak PR,” katanya pada wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia.com, Jumat (10/9).

Khusus untuk Indonesia, LPI memberikan nilai 3,15 dari 5 atau negara kelima terbaik di kawasan ASEAN. RI masih di bawah Singapura, Thailand yang di posisi 32, Vietnam rangking 39 dan Malaysia di peringkat 41.

Dari enam segi penilaian, analisis Bank Dunia menunjukkan kelemahan utama sektor logistik Indonesia adalah persoalan efisiensi yang meliputi soal kecepatan, kemudahan, dan keandalan.

Ruben menuturkan kalau harga logistik di beberapa negara ASEAN masih mengkhawatirkan. Kendati tak merinci negara mana, namun ia menyebut di beberapa negara 20 persen dari harga barang jadi berasal dari biaya logistik.

Melihat itu, ia mendorong pemangku kepentingan dan regulator untuk memperbaiki regulasi guna meningkatkan persaingan di sektor logistik.

Menurut kajian pihaknya, melonggarkan aturan perdagangan dan mengendorkan regulasi investasi langsung dapat meningkatkan PDB ASEAN hingga 17 persen dalam jangka pendek hingga panjang.

Lebih jauh, aturan pro-kompetisi yang menghapus bias gender dalam ekonomi, termasuk logistik, diproyeksikan dapat meningkatkan PDB wilayah hingga 30 persen.

“Kami menemukan beberapa aturan yang tidak sejalan dengan praktik terbaik (best practice) internasional tapi bila melihat angka ini memberikan kita pandangan yang luas,” tutupnya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210910113938-92-692429/oecd-sebut-ketimpangan-sektor-logistik-di-asean-masih-lebar