Erick Thohir Sebut Biaya Logistik RI Lebih Mahal dari Dunia

Sabtu, 14 Aug 2021 08:59 WIB
SHARE

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan biaya logistik Indonesia sebelas persen lebih mahal dari dunia.
Menurutnya, porsi biaya logistik Indonesia 24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi ketimbang rata-rata dunia yang sebesar 13 persen. Hal ini mengakibatkan biaya logistik Indonesia kurang bersaing dengan negara lain.

“Biaya logistik Indonesia kurang lebih 24 persen, dunia rata-rata 13 persen. Jadi logistik kita jauh lebih mahal 11 persen, gimana mau compete (bersaing)?” ujarnya pada siaran live Chatroom CNN Indonesia, Rabu (11/8).

Erick menyebut mahalnya biaya logistik disebabkan oleh minimnya fasilitas infrastruktur dalam negeri. Karena itu, ia menyebut meski di tengah pandemi, infrastruktur BUMN tetap harus diperbaiki.

Ini termasuk penyuntikan Penanaman Modal Negara (PMN) kepada BUMN yang beberapa saat lalu sempat dikritik ekonom dan anggota DPR. Menurut Erick, infrastruktur tetap harus dibangun selama pandemi karena pembangunan ditujukan untuk jangka panjang.

Transaksi E-Commerce dan Logistik Meroket Saat PPKM Darurat
“Kemarin banyak yang bilang ini PMN BUMN buat apa? Sedangkan ini Covid. Tapi, kita membangun bangsa tidak hanya sekarang, tapi pasca Covid. Infrastruktur tetap kunci,” ujarnya.

Tak hanya Erick, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sempat menyentil pengiriman logistik dalam negeri yang ruwet. Sistem logistik RI yang belum terintegrasi membuat biaya yang dikeluarkan membengkak.

Selain itu, ia menyebut belum ada platform atau pelayanan logistik dari hulu sampai hilir. Masalah itu menyebabkan biaya logistik di dalam negeri susah ditekan sampai sekarang.

“Masih banyak pengulangan, masih banyak repetisi, masih banyak duplikasi, dan masih kuatnya ego sektoral kementerian dan lembaga yang berjalan sendiri-sendiri,” ungkap Jokowi beberapa waktu lalu.

Selain masalah tersebut, Jokowi juga menyebut tata ruang logistik masih juga belum efisien hingga sekarang. Jokowi mencontohkan, penempatan beberapa terminal dan depo kontainer di Indonesia tidak tepat.

Dengan kondisi ini, tak heran peringkat Logistic Performance Index (LPI) Indonesia berada di posisi 46 pada 2018.

“Indonesia masih di bawah Singapura di peringkat 7, China di peringkat 26, Thailand di peringkat 32, Vietnam di peringkat 39, Malaysia di peringkat 41, dan India di peringkat 44,” tutup Jokowi.

Sehingga, sistem logistik Indonesia masih di bawah sejumlah negara tetangga.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210811120857-92-679117/erick-thohir-sebut-biaya-logistik-ri-lebih-mahal-dari-dunia