Niaga Logistics - Di Tengah Virus Corona, Arus Peti Kemas di Pelabuhan Pelindo III Naik

Di Tengah Virus Corona, Arus Peti Kemas di Pelabuhan Pelindo III Naik

Rabu, 11 Nov 2020 02:43 WIB
SHARE

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pelayaran Indonesia III (Persero) mencatat terjadinya peningkatan arus kapal dan peti kemas di 43 pelabuhan yang dikelolanya di tengah pandemi Covid-19 ini. Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, hingga April 2020 arus petikemas di 43 pelabuhan yang dikelola perseroannya tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,6 juta Twenty Foot Equivalent Units (TEUs)  jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk arus kapal, tercatat naik 3 persen atau 94,7 juta GT dibanding tahun lalu. Baca juga: Kuartal I 2020, Kinerja Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Belawan Meningkat “Terjaganya kinerja positif jasa kepelabuhanan ini berkat komitmen Pelindo III bersama para pengusaha dalam upaya menjaga logistik. Di sisi lain, Pelindo III juga terus menjaga layanan operasional dengan tetap beroperasi selama 24 jam dalam seminggu sebagai komitmen menjaga kelancaran logistik Indonesia, sehingga pelayanan aktivitas kepelabuhanan tetap terlayani dengan baik,” ujar Doso dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5/2020). Menurut Doso, pertumbuhan tersebut terjadi karena beberapa jurus relaksasi dan stimulus  yang diberikan Pelindo III kepada pelaku logistik. Hal itu dilakukan agar para pengusaha lebih bergairah untuk menggenjot kegiatan ekspor impor dan domestik. Sementara itu, dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19 di kawasan pelabuhan, Pelindo III bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) sesuai protokol kesehatan khusus bagi kapal yang akan masuk ke kawasan pelabuhan. Misalnya dengan pengecekan kesehatan seluruh ABK secara langsung di atas kapal (on board). Baca juga: Perdana, Pelabuhan Kuala Tanjung Layani Pelayaran Peti Kemas Internasional Pelindo III pun memastikan seluruh kapal yang akan sandar dan labuh telah melewati berbagai tahapan pemeriksaan sesuai standar yang berlaku. “Hingga saat ini, kami bersama KKP telah bekerja sama dalam penanganan Covid-19 di pelabuhan secara ketat dan semua dapat berjalan lancar. Apabila ditemukan ada kru atau ABK yang terindikasi Covid-19, maka kapal tersebut akan ditempatkan di area labuh dan mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19,” kata Doso. Selain itu, pihaknya juga mewajibkan seluruh pegawai operasional menggunakan masker dalam beraktivitas guna mengurangi risiko penyebaran Covid-19. “Dengan upaya tersebut, diharapkan kekuatan SDM dalam mengoperasikan pelabuhan/terminal dapat terjaga dan kegiatan kepelabuhanan bisa tetap dijalankan 24 jam non-stop, sehingga tidak mengganggu pasokan logistik,” ucap dia.