Antisipasi Lonjakan Harga Bapok, Ini Siasat SCI Jelang Ramadan

Rabu, 17 Mar 2021 09:15 WIB
SHARE

Bisnis.com, JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) merekomendasikan tiga langkah antisipasi yang dapat dilakukan baik sektor usaha maupun pemerintah untuk memastikan barang kebutuhan atau bahan pokok (bapok) tersedia merata dengan harga terjangkau dan stabil, terlebih menjelang bulan Ramadan.

Head of Consulting Division SCI Zaroni mengatakan persoalan penting dalam memenuhi barang kebutuhan pokok menjelang dan selama Ramadan adalah menjaga pasokan tetap tersedia secara merata dengan harga yang stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

“Solusi permasalahan ini bisa menggunakan pendekatan supply chain dan logistik, dalam arti mengelola rantai pasokan barang pokok mulai dari perencanaan permintaan dan perencanaan pemenuhan barang-barang pokok tersebut, serta bagaimana mengelola logistiknya yang mencakup penyimpanan, transportasi, dan distribusi,” katanya kepada Bisnis.com, Minggu (14/3/2021).

Dalam perspektif supply chain dan logistik ujarnya, hal ini penting untuk memastikan ketersediaan barang pokok secara tepat jenis barang dan kuantitas, dengan kualitas yang baik, bersih, sehat, nyaman, dan aman dikonsumsi masyarakat, pada waktu yang tepat, harga yang terjangkau dan stabil secara merata tersedia di semua pasar dan jaringan ritel yang mudah diperoleh masyarakat. Dalam ilmu supply chain dan logistik ini dikenal sasaran 7 tepat.

“Sasaran ini yang mesti dipenuhi para pelaku usaha, mulai dari sektor usaha hilir/produsen sampai ke hulu termasuk jaringan distribusinya, mulai dari pasar tradisional, pasar modern, dan warung/toko pengecer,” sebutnya.

Guna mencapai sasaran tersebut, Zaroni merekomendasikan beberapa langkah dan tindakan yang dapat dilakukan untuk memastikan bapok tersedia merata dengan harga terjangkau dan stabil.

Pertama, pemerintah perlu intensif melakukan koordinasi antarkelembagaan yang terkait dengan kelancaran pasokan dan distribusi barang pokok, dalam hal ini kementerian pertanian, perdagangan, dan perhubungan untuk memastikan pasokan barang pokok hasil pertanian dan peternakan tersedia dan dipasok dari daerah mana, berapa kuantitas pasokannya, dan bagaimana sistem distrbusinya.

Pengawasan dan jaringan pasar ritel lanjutnya, juga perlu terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang pokok dan harga tetap stabil.

Kedua, pemerintah perlu memastikan kelancaran distribusi barang pokok dengan memberikan kebijakan yang mendukung dalam operasional transportasi dan memastikan perusahaan transportasi barang terjamin keamanan dan kelancaran selama pendistribusian dengan berbagai moda transportasi.

Ketiga, pelaku usaha yang terlibat dalam pasokan dan distribusi barang pokok mulai dari sektor usaha hulu seperti pertanian, industri barang pokok, dan peternakan, perlu menjaga ketersediaan pasokan dengan kuantitas yang mencukupi dan kualitas yang baik.

“Kualitas yang dimaksud seperti kebersihan, keamanan barang, kenyamanan, dan kehalalan produk dengan biaya distribusi yang efisien untuk menjaga harga barang pokok tetap terjangkau dan stabil. Perilaku moral hazard seperti menimbun barang pokok untuk tujuan spekulasi mendapatkan profit tinggi (profit taking) harus dihindari,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai dalam mengantisipasi lonjakan harga bapok jelang Ramadan, harus ada jaminan kelancaran pasokan dengan cara mobilitas angkutan barang tidak banyak gangguan.

“Namun bukan berarti karena dibutuhkan boleh angkut logistik sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan pengemudi,” tuturnya

 

Sumber dan berita selengkapnya:
https://ekonomi.bisnis.com/read/20210315/98/1367484/antisipasi-lonjakan-harga-bapok-ini-siasat-sci-jelang-ramadan